Wapres Resmikan Peluncuran Muktamar Ke-33 NU

Sabtu, 31 Januari 2015 15:48 WIB
179x ditampilkan Berita Umum Mahad Aly Islam Moderat Nahdlatul Ulama Muktamar NU 33

Wapres Resmikan Peluncuran Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, NU Online.Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla meresmikan peluncuran Muktamar ke-33 NU pada malam perayaan hari lahir (Harlah) ke-89 NU yang digelar di halaman kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1).

Prosesi peresmian ditandai dengan pemukulan beduk dengan didampingi Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali. Peluncuran muktamar yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, Agustus mendatang, itu disaksikan para tokoh agama dan politik, serta petinggi negara. Meski sempat diguyur hujan lebat, peringatan Harlah bertema Memperkuat Khittah NU 1926, Menyongsong 1 Abad NU tersebut berlangsung meriah. Turut hadir Menteri Agama Lukman Saifudidin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marawan Jafar; Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi; serta Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar. Selain meresmikan peluncuran muktamar, Jusuf Kalla juga menandatangani Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama sebagai simbol berdirinya 23 perguruan tinggi NU di berbagai daerah di Tanah Air selama periode kepengurusan PBNU kali ini. Dalam kesempatan itu, salah seorang Mustasyar PBNU ini mendorong NU menjadi organisasi yang semakin kuat dan mampu mewarnai peradaban tak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Menurutnya, NU belum maksimal menjadikan dirinya sebagai referensi bagi negara-negara di dunia, khususnya Timur Tengah, yang kini dilanda krisis politik. Kita harus mampu membuat pusat-pusat pemikiran Islam yang moderat di Indonesia. Supaya menjadi contoh bagi bangsa di luar sana, katanya. Semarak Harlah NU kali ini juga terasa dengan hadirinya puluhan karangan bunga yang datang dari berbagai ormas lintas agama, pejabat tinggi negara, media, perusahaan, serta pemimpin partai. Ratusan hadirin menyesaki halaman kantor PBNU, Masjid an-Nahdlah, bahkan hingga meluber ke jalan raya. (Mahbib)