KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Kamis, 12 Februari 2015 15:22 WIB
164x ditampilkan Berita Umum Mahad Aly Nu Nahdlatul Ulama KPK Doa Bersama PWNU Jatim

KPK Minta Doa dan Nasihat PWNU Jatim

Surabaya, NU Online.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diwakili Direktur Litbang KPK Roni Dwi Susanto mengunjungi Kantor PWNU Jawa Timur jalan Masjid Al-Akbar nomor 9 Surabaya, Rabu (11/2). Roni bermaksud meminta dukungan doa dan nasihat dari pengurus NU Jatim. Roni yang datang sendirian itu ditemui oleh Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftahul Achyar, Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali), Wakil Sekretaris Rubaidi dan sejumlah pengurus NU Jatim lainnya. Pertemuan itu berlangsung singkat dan tertutup. Kedatangan kita ke sini meminta doa kepada para kiai NU atas konflik KPK dan Polri, kata Roni saat jumpa pers dengan para awak media yang menunggu di lobi gedung PWNU Jatim. Roni juga mengaku meminta pandangan dan masukkan kepada para kiai di Jawa Timur perihal sikap yang harus dilakukan KPK saat ini. Kita meminta pandangan ke NU Jawa Timur karena kami melihat kiai sepuhnya, jelasnya. Menurut Roni, konflik yang melibatkan dua lembaga penegak hukum ini terjadi karena kita krisis tokoh yang bisa menjadi keteladanan. Di hadapan pers, Roni menyampaikan masukan Gus Ali untuk KPK. Allah tidak pernah menjanjikan langit selalu cerah tanpa mendung. Laut tidak selalu surut tanpa pasang. Itu artinya cukup dalam bagi kami di KPK. KPK harus menahan diri agar tidak berlebih-lebihan, kata Roni mengutip kalimat dari Gus Ali. Menahan diri dalam artian tidak menghentikan penyidikan yang telah berjalan. Ibarat mobil, KPK tidak ada gigi untuk mundur. Kita harus mawas diri, siapa yang salah, apakah kami sebagai staf KPK atau pimpinan KPK?, jelas Roni.