Yang Perlu Diketahui Saat Mendaftarkan Santri Baru

Senin, 3 Agustus 2015 06:51 WIB
222x ditampilkan Pendaftaran Pesantren Mahad Aly Pendaftaran Santri Baru Santri Baru Sukorejo

Yang Perlu Diketahui Saat Mendaftarkan Santri Baru

proses registrasi santri baruProses registrasi santri baru di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah memang membutuhkan proses panjang. Proses registrasi ini harus dilakukan secara runtut. Registrasi bisa selesai jika telah melewati beberapa meja yang disediakan panitia. Jika anda mengalami kebingungan saat mendaftar, anda bisa bertanya di meja konsultan yang disediakan panitia. Proses registrasi terdiri dari beberapa meja. Untuk proses awal, anda disuruh untuk mengambil nomor urut. Nomor urut ini digunakan untuk antri tes urin atau kencing. Setelah itu, anda langsung menuju aula untuk tes urin. Urin santri akan diambil dan akan dites apakah positif memakai narkoba atau tidak. Biaya tes ini ditarik Rp 60.000. Biaya tes urin ini murah dari pada biaya tes urin di tempat lain. Sementara santri putri akan dites urin dan tes kehamilan. Biaya tes kehamilan sekitar Rp 13.000. Setelah beberapa tes, ternyata ada beberapa calon santri yang positif hamil dan pernah menggunakan narkoba. Tes ini bukan untuk membuka aib dan menolak santri, tapi untuk melindungi santri lain agar tidak tertular narkoba dan biar pesantren tidak tercemar nama baiknya kalau ada santriwati yang tiba-tiba hamil. Jika dinyatakan negatif hamil dan mengkomsumsi narkoba, proses pendaftaran bisa dilanjutkan pada meja selanjutnya untuk dicek persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi saat mendaftar. Syarat yang perlu dibawa antara lain, foto calon santri 3 lembar ukuran 3x4 (berkopyah untuk putra dan berjilbab untuk putri), Foto bapak dan ibunya, masing-masing 2 lembar ukuran 3x4 (untuk ibu berjilbab atau berkerudung). Fotokopi KTP bapak dan ibu/wali, Fotokopi ijazah yang dilegalisir sebanyak tiga lembar, surat keterangan berkelakuan baik (bisa dari kepolisian, desa, sekolahan atau lainnya), surat keterangan sehat dari dokter yang dilegalisir. Untuk syarat-syarat lain bisa dilihat di brosur (brosur santri baru). Setelah persyaratan pendaftaran santri baru sudah dicek, maka santri harus mengisi surat perjanjian tidak menggunakan HP, modem, laptop, komputer dan sejenisnya dan surat perjanjian siap untuk lulus madrasah (lulus MI atau lulus MTs atau lulus Aliyah). Kedua surat tadi sudah dipersiapkan oleh panitia di meja kedua. Kedua surat tadi harus ditandatangani santri dan walinya. Setelah meja kedua selesai, proses registrasi selanjutnya diteruskan di meja tiga. Meja tiga ini akan membuat surat rekomendasi yang nanti akan ditandatangani pengasuh, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy. Menurut panitia, santri tidak boleh menjadi wali atau diberikan mandat oleh orang tuanya. Lazimnya, santri diserahkan oleh orang tua langsung kepada pengasuh. Namun, seseorang bisa diberikan mandat dengan bukti surat kuasa. Jika kebetulan tidak ada surat kuasa, pendaftar bisa menghubungi meja konsultan. Setelah itu, orang tua menyerahkan santri kepada pengasuh KHR. Ach. Azaim Ibrahimy di kediaman beliau. Ada yang beda dari tahun sebelumnya. Santri baru diharuskan membaca shalawat al-Fatih sebanyak 1.000 kali. Setelah santri telah menyelesaikan bacaan shalawat al-Fatih, nanti ketua kamar akan mengantar santri baru tersebut kepada pengasuh dan membayar uang Rp 10.000 sebagai maharnya. Setalah menghadap pengasuh, alangkah baiknya santri sudah menentukan kamar yang akan ditempati serta meminta tanda tangan ketua kamar. Begitu juga, santri sudah menentukan pendidikan mana yang akan dituju. Setelah selesai menghadap pengasuh, proses registrasi bisa dilanjutkan dengan tes alquran di tempat. Setelah itu, proses registrasi dilanjutnya meja selanjutnya. Santri baru akan mendapatkan album al-badar, buku KHR. Asad Syamsul Arifin, buku izin keluar dan buku peraturan pesantren. Pendaftar dibebani uang pangkal pesantren sebesar Rp 500.000. Disamping itu, pendaftar juga membayar 50% dari UTAP. (ketentuan UTAP bisa dilihat di sini).