Mauidloh Hasanah KHR. Ach. Azaim Ibrahimy

Kamis, 3 Desember 2015 12:18 WIB
356x ditampilkan Dosen Pesantren Institut Agama Islam Ibrahimy Kiai Azaim KHR Azaim Ibrahimy

Mauidloh Hasanah KHR. Ach. Azaim Ibrahimy Pengasuh ke-IV PP. Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo memberikan mauidloh hasanah dalam acara pengukuhan guru besar dalam bidang filsafat hukum islam, Prof. Dr. Abu Yasid, MA., L.LM. Beliau mengucapkan selamat kepada salah satu kader pondok pesantren Sukorejo yang mampu mendapatkan gelar tinggi akademik ini. Ini adalah salah satu cita-cita besar KHR. Asad Syamsul Arifin yang menginginkan santrinya menjadi ahli fikih. Ujar Kiai Azaim saat menyampaikan mauidloh di aula putra. Filsafat memang tidak selamanya buruk. Filsafat bisa berhasil guna jika difungsikan dan ditempatkan dengan baik. Ada teman saya yang belajar filsafat. Namun, filsafat hanya membuatnya menjadi seorang atheis. Suatu hari ia bertemu dan berdiskusi dengan temannya. Akhirnya, ia mempertemukannya dengan kiai Hamid Pasuruan. Saat diceritakan kepada waliyullah dari Kota Pasuruan ini, ada jawaban unik dari beliau. belajar tauhid memang harus atheis dulu, tapi harus berproses dan berlanjut. Jawaban yang diberikan oleh Kiai Hamid menurutnya unik. Di sisi lain, saat bertemu dengan kiai-kiai lainnya, ia hanya mendapatkan cap murtad, cacian, dan ucapan negatif lainnya. Perkataan pendek ini membuatnya bingung. Maksudnya kiai? tanya seorang atheis tersebut. Atheis berasal dari dua kata, a dan theis. A berarti tidak dan theis berarti tuhan. Atheis berarti tidak bertuhan. Kalimat tauhid lailaha illallah juga diawali dengan atheis dulu. Lailaha itukan ateis, tapi tidak berhenti dari itu, tapi lanjut dengan kata illallah. Begitulah sebagian cerita kiai Azaim tentang orang yang belajar filsafat karena dikaitkan dengan gelar guru besar dalam filsafat hukum islam. kiai azaimMasih berhubungan dengan perhargaan, Kiai Azaim menyinggung hari guru. Sebenarnya pesantren memiliki hari guru yang diperingati setiap tahunnya, yaitu haul al-marhumin. Tegas Kiai Azaim. Haul al-marhumin tidak hanya memperingati pengasuh pesantren Sukorejo dan mengirimkan pahala berjuta-juta bacaan alquran dan al-ikhlas kepada arwah beliau, tapi haul al-marhumin ditujukan untuk memperingati semua ustad, santri dan wali santri yang telah mendahului. Itulah hari guru sejati.