Menag RI Rilis iSantri di Ma’had Aly Sukorejo

Selasa, 29 November 2016 10:41 WIB
307x ditampilkan Berita Utama Mahad Aly ISantri Mahad Aly Aplikasi Digital Corner

Menag Rilis iSantri di Ma’had Aly Sukorejo

Kemarin (28/11/2016), Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meluncurkan aplikasi iSantri di Perpustakaan Ma’had Aly Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. Hadir dalam acara launching tersebut di antaranya Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, KHR. Ach. Azaim Ibrahimy, Majelis Masyayikh serta Mudir dari 13 Ma’had Aly, Kepala Perpustakaan Nasional, CEO Aksaramaya, dan Bupati Situbondo.

Sebelum merilis, Menag memberikan sambutan. Mengawali sambutannya, Menteri Agama menyampaikan bahwa pesantren selalu menghadirkan optimisme. Sebab, keberadaan pesantren menjamin masa depan Islam di Nusantara tetap terjaga dan terpelihara. Islam di Nusantara adalah Islam yang berhaluan ahlussunnah wal jama’ah, yaitu Islam yang mengembangkan nilai yang moderat (tawassuth), toleran (tasamuh), tawazun, dan rahmatan lil ‘alamin. Dengan nilai-nilai tersebut, Lukman Hakim Saifuddin meyakini bahwa keindonesiaan akan tetap lestari. Kemajemukan atau pluralitas yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia akan tetap terajut dalam bingkai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Menurut Menag, Tantangan keulamaan dewasa ini semakin kompleks, bukan hanya pada penguasaan khazanah keislaman yang mendalam, melainkan juga yang terpenting bagaimana ulama mampu merespons perubahan sosial yang diakibatkan oleh kecanggihan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan dan arus globalisasi yang deras dalam kehidupan manusia, ruang lingkup keulamaan menjadi tak terbatas. “Seorang Ulama juga harus mampu masuk ke dalam diskursus dan ruang gerakan sosial-budaya, sosial-politik, sosial-ekonomi, dan politik-kebangsaan. Ulama kontemporer niscaya menguasai segala hal yang berorientasi kepada kemaslahatan manusia.” Tegasnya.

Menurutnya, dengan diluncurkannya iSantri, aplikasi perpustakaan digital berbasis sosial media ini akan memberikan kemudahan bagi para santri untuk  mengakses sumber-sumber keislaman berbasis kitab kuning. Aplikasi iSantri ini juga bentuk upaya menjaga khazanah keilmuan Islam yang disinyalir telah mengalami pengubahan-pengubahan.

Selain melaunching iSantri, Menag juga meluncurkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahap 2 kepada perwakilan santri dari pesantren di daerah Situbondo. (mra)