TUBUH BERPOLITIK, HATINYA TETAP KEMBALI KE KHITTAH 1926

Kamis, 12 Januari 2017 00:40 WIB
560x ditampilkan Berita Utama Khittah NU Seminar Nasional Politik NU

Dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional REFLEKSI 33 TAHUN KHITTAH NU, Mudir Mahad Aly PP. Salafiyyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo, KH. Hariri Abdul Adhim menyampaikan bahwa ada tiga hal yang perlu direfleksikan yaitu refleksi NU masa lalu, refleksi NU masa sekarang dan refleksi NU masa yang akan datang.

Pada masa lalu, yaitu masanya KH. Hasyim Asyari, NU adalah organisasi keagamaan ansih. Lalu seiring berjalannya waktu NU mengalami perubahan yaitu beralih pada bidang politik praktis. Beberapa tahun kemudian ada desakan dari beberapa kiai sepuh agar organisasi NU kembali kepada khittah dengan cara tidak lagi berpolitik praktis. Setelah melalui beberapa musyawarah dan perdebatan panjang, akhirnya disepakatilah pemikiran untuk kembali kepada khittah pada Muktamar di PP. Salafiyyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo, ungkap KH. Hariri dalam sambutannya.

Beliau juga menyampaikan bahwa pada saat ini banyak politisi NU yang menduduki jabatan legislatif maupun yudikatif. Maka Mudir Mahad Aly Situbondo ini berpesan kepada para politisi NU agar satu prinsip meskipun beda partai, jangan lebih mengutamakan partai dan hatinya tetap wajib kembali kepada Khittah 1926. (Zky/TA)