Menteri Agama RI : Khittah Sebagai Pedoman Perilaku Kemasyarakatan Maupun Keagamaan Warga NU

Jumat, 13 Januari 2017 07:50 WIB
573x ditampilkan Berita Utama Khittah NU Menteri Agama Mahad Aly Situbondo

 

Halaqoh Nasional Refleksi 33 tahun khittah NU di PP. Salafiyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo kamis 12 Januari 2017 dihadari oleh para tokoh NU, Ulama dan Alumni Mahad Aly Situbondo. Selain itu ada beberapa tamu kehormatan yang juga menghadiri acara tersebut dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian yaitu Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan KH. Ma`ruf Amin.

                Dalam sambutannya, Menteri agama menyampaikan beberapa hal, diantaranya:

  1. Halaqoh dalam kaitannya dengan refleksi khittah NU itu dalam momentum yang tepat. Momentum tidak hanya dari prespektif tempat, karena di PP. Salafiyah Syafi`iiyah Khittah difinalkan. Momentum ini juga tetap karena bertepatan dengan menjelang kelahiran NU yaitu 31 Januari 1926.
  2. Inti dalam mensyukuri setiap Ulang Tahun NU adalah muhasabah, refleksi dan evaluasi.
  3. Perjalanan NU mengalami fluktuatif, lahir sebagai organisasi keagamaan, kemudian berubah menjadi organisasi politik dan pada muktamar di Situbondo 1984 kembali ke khittah yaitu kembali menjadi organisasi keagamaan.
  4. Khittah merupakan pedoman dalam bertindak dan bersikap. Apa yang menjadi tindakan, pikiran dan sikap warga NU harus mengacu kepada khittah. Khittah adalah nilai dasar dalam perilaku warga NU baik dalam perilaku kemasyarakatan maupun keagamaan.
  5. Dalam menjawab persoalan keagamaan diharapkan jangan hanya mengacu kepada teks, namun juga dipadukan dengan Hikmah Tasyri` dan Maqoshid Al-Syariah agar ada keseimbangan dalam melihat persoalan-persoalan yang terjadi sehingga Islam di Indonesia bisa tetap mengedepankan wasathiyyah.

Diakhir sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. Beliau berpesan agar NU selalu menjadi lokomotif terdepan dalam mengembangkan Islam yang menggunakan pendekatan promotif bukan konfrontatif. (Zky/TA)