NKRI Harga Mati Menurut KH. Afifuddin Muhajir

Jumat, 12 Januari 2018 22:58 WIB
852x ditampilkan Berita Utama Berita Pesantren Umum

Salah satu hal yang disinggung oleh KH. Afifuddin Muhajir di acara bedah buku Fikih Tata Negara di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin adalah jargon NKRI Harga Mati. Sebagaimana maklum, jargon tersebut sangat terkenal utamanya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Nah, bagaimana pandangan Kiai Afif terhadap jargon itu?

Kiai Afif menjelaskan bahwa yang dimaksud Harga Mati dalam jargon tersebut adalah NKRI sebagai bentuk atau format bernegara. Sementara secara substansi, NKRI belum Harga Mati. maksudnya, seluruh elemen bangsa masih memiliki tugas untuk terus mewujudkan tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip umum dalam bernegara. Misalnya bagaimana keadilan, kebebasan, kesetaraan dan lain-lain benar-benar terwujud di Indonesia.

Kiai yang juga Penulis Kitab Fath al-Mujib al-Qarib tersebut juga menegaskan bahwa cap Indonesia bukan negara Islam tak usah dirisaukan. Sebab bukan negara Islam tidak bermakna tidak tidak sah menurut Islam.

Perlu diketahui, Kiai Afifuddin Muhajir adalah sekian dari sedikit Kiai yang mampu menjelaskan secara metodologis-ideologis tentang negara Pancasila. Hal ini sebagaimana kesaksian KH. Imam Ghazali Said, Kiai asal surabaya tersebut memberi apresiasi kepada buku Fikih Tata Negara seraya berujar, “Memang sudah ada buku Pancasila lengkap dengan dalil dari ayat-ayat Alquran dan hadis. Tapi itu sekadar "menempel" ayat dan hadis pada masing-masing sila dari Pancasila. Buku ini sungguh sangat berbeda, karena membahas perspektif idelogis Pancasila dari kaca mata fikih, pungkasnya.[aha]

Sumber