Santri Sukorejo Bedah Buku Fikih Tata Negara

Jumat, 12 Januari 2018 21:49 WIB
419x ditampilkan Berita Utama Berita

tepat bakda salat jumat 12 Januari 2018, Santri Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo mengikuti acara bedah buku fikih tata negara Karya KH. Afifuddin Muhajir. Acara yang diselenggerakan oleh Pengurus daerah Ma’had Aly tersebut dihadiri langsung penulis buku, KH. Afifuddin Muhajir, pembanding Dr. Nurul Ghufron, SH. MH. Dekan fakultas hukum Universitas Jember, Nyai HJ. Dr. Umi Khoiriyah As’ad, istri Pahlawan Nasional, KHR As’ad Syamsul Arifin dan beberapa undangan yang lain.

Bagi Kiai Afif, Kehadiran negara bukanlah tujuan akan tetapi sarana untuk mencapai tujuan. Tujuan di sini adalah terwujudnya kemaslahatan dunia dan akhirat. Berhubung kehadiran negara sebagai sarana, maka di dalam Alquran maupun hadis tidak dijelaskan secara langsung dan detail bagaimana sistem dalam sebuah negara dijalankan. Dengan alasan ini kaum muslimin dipersilahkan untuk mencari format atau dengan bentuk apapun dalam bernegara, asalkan tetap berdasarkan prinsip umum. Prinsip umum yang dimaksud adalah Musyawarah (al-Syura), kesataraan (al-Musawah), kebebasan (al-Hurriyah), keadilan (al-Adalah), dan pengawasan Umat. Sekiranya prinsip-prinsip tersebut dalam sebuah negara dipenuhi maka tak bisa disangkal negara tersebut sebagai negara Islam.

Dosen usul fikih Ma’had Aly tersebut juga menyinggung bahwa yang dimaksud NKRI harga mati adalah bentuknya. Sementara untuk subtansi, NKRI masih harus terus berbenah. Pembenahan itu bisa dimulai dari memperbaiki moral masyarakat, para pejabat dan seluruh elemen masyarakat. Namun demikian, Indonesia meskipun bukan berbentuk negara Islam tidak bermakna tidak sah menurut Islam.

Sementara itu, Dr. Nurul Ghufron menjelaskan bahwa ia merasa takjub dengan sosok Kiai Afifuddin Muhajir. Bagaimana tidak, meskipun sebagai sosok orang pesantren tulen, beliau mampu menulis dan memiliki pandangan yang baik terkait tema negara Pancasila. Ia melanjutkan, buku Fikih Tata Negara tersebut juga menggugah untuk melakukan kajian dan riset lanjutan dari pemikiran Kiai Afif. Dekan Fakultas Hukum itu juga memberi amanat kepada santri Ma’had Aly untuk melakukan kajian lanjutan soal Islam dan ketatanegaraan dalam Islam.

KH. Ach. Muhyiddin Khotib selaku pengurus Ma’had Aly mengaku sangat bangga dengan sosok Kiai Afifuddin Muhajir. Ia melanjutkan, di tengah kesibukan beliau mengurusi santri dan ummat ia masih bisa berkarya. Dan karya Kiai Afif mendapat sambuatan hangat dari para akademisi, pemikir dan pejabat di Ibukota Jakarta. Tidak hanya itu, Kiai Muhyiddin selaku orang yang terus menemani Kiai Afif, acara yang dilaksanakan di Aula KHR. As’ad Syamsul Arifin tersebut merupakan agenda yang ke dua belas kalinya. Ini menunjukkan, buku Kiai Afif mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat secara umum.[aha]

 

 

 

Sumber