GAMIS POTONG TUMPENG, SYUKURAN HARLAH KETIGA

Selasa, 21 Agustus 2018 13:13 WIB
337x ditampilkan Berita Utama Berita Gamis Harlah Mahadaly Mahadalysitubondo Mahadalyn

Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah-17 Agustus 2015 yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan republik Indonesia yang ke-70. Inilah awal  buletin GAMIS memulai langkahnya dan melebarkan sayapnya di bumi Salafiyah Syafi’iyah. Seiring berjalannya waktu, GAMIS sekarang telah menginjak usia yang ketiga tahun. Hal ini merupakan karunia Allah SWT yang patut disyukuri karena berkat kerja keras dan kekompakan, dalam kurun waktu yang cukup lama tersebut GAMIS masih tetap eksis meskipun banyak rintangan yang datang menghampiri.

Kemarin (18/7) dalam rangka mensyukuri hal tersebut, dengan semangat layaknya api yang baru menyala, kru GAMIS angkatan 2017 menyelenggarakan acara yang bertajuk “Gamis Versary” dengan tema “3 tahun mengarungi bahtera pengabdian dan mengabdi dakwah  keislaman”. Acara yang telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya ini dihadiri oleh pemimpin umum buletin gamis, Ust Abd Wahid dan para pemimpin redaksi buletin GAMIS periode terdahulu.

Acara ini pun menjadi ajang silaturrahmi dan momen bernostalgia antar kru GAMIS per angkatan, terbukti dari sambutan para pimred GAMIS sebelumnya yang menceritakan banyak pengalaman mengesankan dan mengherankan yang mereka alami selama menjabat sebagai kru GAMIS. Banyak masalah yang teratasi padahal diyakini tidak akan bisa terselesaikan. Menurut Salafus Sobirin pimred kedua GAMIS, ini tentunya tidak lepas dari peran beberapa kru GAMIS yang bisa dikatakan kurang aktif dalam mengurusi buletin karena disibukkan mengurusi batin. “Kalo ada kru GAMIS yang tampaknya nggak aktif ngurusi buletin, biarkan saja, mereka itu aktif di musholla dan mereka sebenarnya mendo’akan buletin GAMIS” tuturnya.

Di samping itu, pimred pertama GAMIS Lora Nakhlid Syafi’i memuji acara ini lantaran tidak diadakan pesta kembang api, karena hal ini terkesan menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.

“Minimal GAMIS adalah media terdepan di lingkungan kita” tegas Ust Wahid (sapaan akrab beliau). Dalam sambutannya tersebut beliau banyak memberikan motivasi bahwa menulis itu bukan terbatas dari apa saja yang dibaca tapi bisa melalui dari apa yang disaksikan di lapangan. Motivasi ini tentunya membuka pemikiran bagi kru GAMIS yang baru mengenai keberanian menulis dalam mengembangkan dan memajukan buletin GAMIS nantinya. Meskipun sambutan Ust Wahid layaknya pidato, tidak lantas membuat para kru GAMIS yang hadir menjadi jenuh dan bosan, malah sebaliknya, para kru yang hadir antusias menyimak sambutan yang diselipi humor khas beliau. Di akhir sambutannya beliau kembali mengingatkan prinsip buletin GAMIS yaitu “jalan dulu kalau ada duri singkirkan, kalau ngak bisa disingkirkan kita cari jalan lain”.

Malam semakin larut tapi semangat untuk memeriahkan harlah GAMIS tetap menyala. Supaya terasa lengkap dan barakah acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat yang dipimpin hadrah el-Maula dan berlangsung secara khidmah.

Sampai pada penghujung acara, setelah pembacaan do’a yang dipimpin Lora Miftahus Surur, tibalah pada acara potong nasi tumpeng yang dimasak lengkap dengan aneka lauk pauknya, sebagai simbol rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah Ia berikan. Kemudian dilanjutkan dengan ramah–tamah ala santri pada umumnya.

Kegiatan tahunan ini, diharapkan semakin memupuk rasa persaudaraan dan kekeluargaan antara kru GAMIS di setiap angkatan dan sebagai bentuk tolok ukur sejauh mana kekompakan yang terjalin antar kru dalam mempertahankan eksistensi GAMIS. (muz/kru gamis pa)